4 Kandungan Dibalik Konten Viral Social Media

Viralnya konten telah menjadi tujuan kedua setelah naiknya angka penjualan dari campaign marketing online. Hal ini dikarenakan konten yang menjadi viral dapat meningkatkan brand awareness dan angka penjualan sekaligus secara drastis. Namun, tren social media yang terus berganti membuat macam konten yang berpotensi untuk menjadi viral terus berubah. Terlebih lagi, jalannya algoritma social media yang tidak dapat diketahui secara pasti menambah sulitnya membuat konten untuk menjadi viral. Meskipun ada variabel yang tidak ditemukan solusinya seperti kedua hal tersebut, masih terdapat aturan main yang konsisten untuk konten marketing. Faktor lain seperti kebiasaan pengguna dan psikologi manusia dapat diprediksi sehingga bisa diterapkan dalam pembuatan konten marketing.  Sebelum mengeposkan konten, pastikan anda telah menerapkan hal-hal berikut.

Merangsang Emosi

Riset oleh Universitas Pennsylvia membuktikan bahwa konten viral cenderung dapat merangsang emosi tertentu dari pembacanya. Konten yang merangsang emosi seperti kekaguman dan kegembiraan cenderung lebih viral dibanding dengan konten yang merangsang emosi seperti kesedihan.

Namun, emosi yang dirangsang oleh konten viral tidak melulu emosi positif saja. Emosi negatif seperti kecemasan dan kemarahan juga banyak dibagikan. Negatif atau positif, konten yang baik akan dapat mempengaruhi konsumen. Posisikan brand anda secara jelas dalam konten dan buatlah pernyataan yang memberikan audiens kebebasan untuk dapat memilih sudut pandang. Agar lebih efektif, gunakan bahasa yang dekat dengan emosi manusia, seperti metafora dan kata sifat.

Bermanfaat

Karena objektif utama dari konten marketing adalah untuk mengarahkan audiens pada brand atau bisnis anda, maka jangan lupa untuk memperjelas Call To Action atau yang lebih dikenal dengan CTA dalam dunia marketing. Namun, jangan terlalu fokus dengan CTA, fokuslah dengan kualitas konten. Maka kemas konten yang bermanfaat, baik manfaat yang dapat mendidik atau manfaat dalam menghibur audiens, dengan sisipan CTA yang jelas.

Oleh sebab itu, dapat dilihat bahwa konten yang mengusung langkah-langkah pembuatan sesuatu (how to, DIY) dan infografis lebih populer dibanding konten dengan format lain.

Visual Menarik

Faktor visual terkadang terlewat karena fokus berlebih pada kualitas konten. Padahal, konten berkualitas pun dapat terabaikan karena tidak adanya visual yang membantu untuk menangkap perhatian audiens. Untuk itu, cantumkan visual seperti foto dan GIF. Selain dapat menarik perhatian, visual juga dapat membantu ilustrasi konten sehingga pesan akan lebih mudah ditangkap oleh audiens.

Kredibilitas

Audiens akan cenderung membagikan konten dari akun yang memiliki kredibilitas yang jelas. Jika konten anda mengandung informasi yang mengklaim banyak hal, maka sudah sepantasnya mereka akan melihat kredibilitas penyedia informasi yang bersangkutan. Tanpa reputasi yang jelas, maka konten anda akan cenderung diabaikan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mencantumkan sumber informasi anda. Menggunakan pernyataan para ahli dibidangnya dan data statistik dari berbagai penelitian akan meyakinkan audiens. Reputasi brand anda di tiap platform social media juga penting untuk diperhatikan.