Apakah Mengembangkan Aplikasi Menguntungkan?

Pengembangan mobile dan marketing mobile telah menjadi bagian wajib untuk kesuksesan perusahaan. Berbagai penyedia layanan seperti periklanan, bank, dan bahkan transportasi telah menjadi mobile. Hadirnya berbagai tipe perangkat mobile dan pengenalan OS mobile secara otomatis pun menambah banyaknya developer aplikasi untuk perangkat OS tersebut. Aplikasi mobile sendiri mempunyai keunggulan dibanding dengan website mobile, karena dapat secara langsung menarget konsumen. Namun, hal yang patut dipertanyakan adalah berapa dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi? Terlebih lagi apakah mengembangkan aplikasi mobile memang benar-benar menguntungkan? 

Mengembangkan aplikasi dari nol bukanlah hal yang mudah dilakukan begitu saja. Developer perlu untuk melihat detil dari perangkat atau OS yang dituju, untuk memahami cara bagaimana sebuah perangkat bekerja dan kemudian mengembangkan aplikasi untuk perangkat tersebut. Masalahnya terletak di format cross-platform yang melibatkan pembuatan kompatibilitas untuk perangkat dan OS yang berbeda. Seberapa menguntungkan pengembangan aplikasi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak beberapa aspek yang berhubungan dengan pengembangan aplikasi sebagai berikut.

Kategori Aplikasi Mobile

Terdapat dua kategori utama dari aplikasi mobile, yaitu aplikasi yang dikembangkan hanya untuk menghasilkan pendapatan dan aplikasi yang dikembangkan untuk tujuan marketing dan kepentingan brand. Untuk kategori pertama, keuntungan bisa didapatkan secara langsung maupun tidak langsung. Keuntungan bisa bersumber dari penjualan aplikasi, subscription, dan juga iklan dalam aplikasi. Contoh yang tepat untuk aplikasi dengan kategori ini adalah aplikasi permainan. Terdapat beberapa perusahaan besar yang mengembangkan aplikasi untuk meraup keuntungan.

Namun, aplikasi yang dikembangkan hanya untuk kepentingan branding dan marketing pada umumnya bisa diunduh secara gratis. Contoh aplikasi dengan kategori ini adalah aplikasi berdasarkan lokasi. Aplikasi tersebut akan berfungsi sebagai kanal marketing yang menggantungkan suksesnya kepada user yang mampu untuk ditarget.

Aplikasi Single Platform vs Cross-Platform

Pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan adalah manakah yang lebih baik? Mengembangkan aplikasi single platform atau cross-platform? Aplikasi single platform lebih mudah untuk dikelola, namun hanya akan dapat berfungsi untuk satu platform saja. Contohnya saja aplikasi iPhone, maka aplikasi tersebut hanya dapat digunakan di platform tersebut saja.

Format aplikasi cross-platform lebih kompleks. Memilih platform yang tepat dan mengembangkan aplikasi yang sesuai akan membutuhkan dana lebih, bahkan 3x lipat lebih banyak.

Meskipun tidak ada standar biaya dalam mengembangkan aplikasi, untuk memiliki aplikasi iPhone dan menerbitkannya di Apple App Store akan memakan dana sangat banyak. Harga pun akan turut bertambah jika anda memilih untuk menambah tenaga dengan mempekerjakan developer. Untuk OS Android sendiri, tingkat fragmentasinya sangatlah tinggi sehingga mengembangkan aplikasi untuk platform ini juga tidaklah murah.

Tentu saja semua usaha tersebut akan sangat berharga jika anda pun telah memperhitungkan ROI atau return of investment. Faktor ROI ini sendiri pada umumnya sangatlah tinggi untuk perusahaan besar seperti bank dan toko retail yang mempunyai banyak konsumen yang menggantungkan pemenuhan kebutuhannya terhadap kualitas layanan yang disediakan. Untuk developer individu, keuntungan pun tidak begitu tinggi karena kurangnya dana untuk mengembangkan dan mengelola aplikasi.

Kesimpulan

Pada akhirnya, pengembangan aplikasi mobile lebih dari banyaknya biaya yang dibutuhkan dan faktor keuntungan yang didapatkan. Terdapat kepuasan tersendiri bagi developer untuk mengembangkan aplikasi dan disetujui oleh marketplace aplikasi. Tentu saja jika anda ingin untuk meraup keuntungan dari aplikasi, maka anda pun perlu mempertimbangkan beberapa poin diatas.